Tag Archives: conversation

Love

Standard

As if i could change one more time, i would like to be a person that useful and not useless like now.

I’m writing to let people know that they should use their life as maximal as they can and give as much as they can. Being loved is the greatest feeling of all but giving love is the truthful thing of all. If you are not giving love as often as you can give, then start to give love now. Because it’s never too late to give love but it will be too late when the love is fading away. So, give love now. Even if you are not knowing the person that will receive your love yet, but it will be nice if you will never know the person by themselves, but by the love you give.

Always give not take. It will automatically happen or turns to you. Don’t give love because you want to be loved. Give love because you want to give and you’re happy to give. That’s unconditional love. Don’t think that you will get in returned from the person that you give love, but think that this person will be grateful and thankful.

Let your smile brighten the world, you have to smile more often, so you will feel grateful too.

For all the lovers out there, don’t forget to give love to your partner, family, friends and even to the stranger, because every being needs love to grow, nourished by love. The important thing of all is love, conquer the love and you will be the love itself.

Love

March 28th, 2017

Advertisements

Love Your Father Like You Love Him

Standard

Dear Spirit/Soul, i know and i got a feeling that you want to tell me something. You dragged me to take the pen and to write immediately for automatic writing. Please tell me what do you want to say or what i need to know. For i know and believe that you won’t hurt me and you love me unconditionally with your divine love and protection and blessing, Amen.

Ganesha.

A sacred name that has given by his parents, her mother and father. A special name that his mother in heaven gave to him so his soulmate/twin flame would recognized him. Awakening his spiritual soul and start to believe in his own spiritual experience and life, as life would not let him down. He has a beautiful life as he loves beautiful women, like a flower, colorful and scents. Any flower would fit to him, a warm, sweet and lovely scents will accomplished his sense of smell. Everything beauty is pleased him. So, you should treat yourself to be beautiful again, then you will feel loved, a self love, and you will have a confident.

You might leave him, but he will not leave you as he starts to feel comfortable with you. Even though he still has doubt or fear in a relationship. But, i saw you will try to open a new relationship with him, as he asked for it. It’s not easy as he is not an easy man but he will try to make a move with you, then you have to change. Stop criticized yourself moreover to your partner or he will move back from you.

Keep on meditating to heal your problem with your father. You should remember that your father loves you unconditionally but you always treat him like he is nothing. Hey! Wake Up!

He is the center of your life. Without him, you are nothing. Help him as if you can make his weight lighter, by seeing you are okay and can handle your ownlife, he will be safe and relieve. Try to love your father, like you love him, the happy lives that you have had in your past lives with him. If you could love him, then you can also love your father.

Release your old anger and be free. Don’t have to wait for a long time, starts today, then you will be free. Don’t forget to practice, then you’ll be completed.

Remember that your  mother in heaven always love you and support you. Be blessed, my daughter. I love you.

Sincerely,

Your Mother in Heaven

March, 26th 2017

Anuska

Standard

There’s something when a girl born, her name is Deviyani. Not a common name. She’s and indian origin in her past life. A descendant of Indian-British parents. Gujarat is her homeland, the land of the Maharajas, Jaipuri blood from her mother side. A prisoner in her own house, house of the Maharajas. Waiting for her man to come, a lady in waiting. Big passion of life but couldn’t reach because of the family tradition rules, since her father the land ruler. She couldn’t obey her father and try to run her own life. She got shot by the army from the back when she tried to run away from her home, outside the palace building, she fell on the ground, her red skirt, pierced nose with big round nose ring, her clinking anklets / paayal made some noise when her body landed on the ground. Her father would not let her out of the palace gate even for her own good. Otherwise, someone asked her to marry him. She died on the palace ground, alone.

Before her death, she swears that in the next life, she will try to reach her dreams, to live her life to the fullest, no matter what or who’s her father, she will still try to be free. Freedom is her life purpose. To choose her own life path without being judged by other people. She needs to fulfill her swear. And in this life time she promises to live her life to the fullest one more time, to be brave and fear of nothing. She will be loved and she will be okay, so her soul will be rest in peace.

Please help me to fulfill my wishes.

August 25th, 2016

Anuska

Sincerely Your Dad

Standard

Don’t have to be sad!

As your body and soul still in the place, your love will still remain, can’t be change but can be healed. Heal yourself like you heal others. Remember, you are a healer. You asked for it, so, this is one of the disadvantage, you can see your patient weaker day by day.

healer-hand

Don’t worry, everything is paid off once everything is done/finished. You embrace all the thing in the right place and time. You may not understand by now, but eventually by then.

Don’t worry my child, you are not alone, believe me (smile). You are powerful and strong, no one ever been in your place, no comparison.

Sincerely,

Your dad (smile)

June 20th, 2016

Aura and Past Life Reading

Standard

Jumat, 3 Juni 2016

Akhirnya, selesai juga kerjaan, langsung buru-buru pesan gojek, sudah jam 16.45 WIB, dan Whatsapp Mba Rini, untuk memberitahu kalau aku sepertinya akan telat. Biasanya hari Jumat jalanan pasti macet, apalagi dari MT Haryono ke Pondok Indah, jarak yang lumayan jauh, dan dalam waktu satu jam, harus sudah sampai di Ekanta Wellbeing untuk bertemu Yuki Anindya Putri, Aura dan Past Life Reader. Sepanjang perjalanan doa terus supaya, nyampe tepat waktu dan selamat. Sampailah akhirnya di Ekanta setelah melewati kemacetan Jalan Radio Dalam, jam 17.55 WIB, bahkan kurang dari jam konsultasi yang seharusnya, wow… langsung doa terima kasih.

Sampai di Ekanta, ternyata ruang konsultasi sedang dipakai Bu Eka (Pemilik Ekanta) ada klien yang konsultasi. Mba Rini menawarkan untuk konsultasi di Cafe, tapi 30 menit kemudian akhirnya konsultasi di ruang atas dengan Yuki. Aku berusaha senyaman mungkin, jangan sampe gemeteran lagi seperti ketemu Mba Bella Nugroho, dan ternyata cukup nyaman sehingga santai banget ngobrol sama Yuki, pake Gw-Elo lagi, hahaha, gak kaku ngobrolnya. Aku minta ijin juga sama Yuki buat dokumentasi foto dan voice recording. Yuki langsung nulis di kertas dan aku nunggu aja, terus nanya umur aku sekarang berapa. Selama Yuki nulis, kadang ngobrol kadang diem aja, takut ganggu konsentrasi, dan sesi menulis pun selesai, aku disuruh baca dulu sama Yuki.

Warna Aura : Biru dan Kuning

Pasti Life: Perempuan, India, Guru Moral/Budi Pekerti, Tidak diperbolehkan untuk maju dalam kehidupan oleh keluarga dan orang disekita

Hubungan dengan hidup sekarang dan apa yang harus dilakukan:

  1. Tidak perlu membanding-bandingkan jalan hidup orang lain, ritme hidup mereka dengan kita sendiri
  2. Usahakan untuk selalu menulis isi pikiran dibandingkan diam bengong
  3. Kadang tidak apa-apa merasa tidak mampu atau capek melawan sesuatu. Tidak ada yang memaksa untuk selalu bisa dan bagus

Selesai aku baca, langsung deh tuh sesi curhat dimulai. Yuki juga jelasin karakter warna aura biru dan kuning seperti apa. Dan… ya seperti itulah aku dan apa yang aku jalanin selama ini. Ternyata memang begitu karakternya dan jalan hidupnya. Selama ini selalu mikir dan selalu merasa bersalah kalau sesuatu tidak sesuai dengan yang seharusnya dan selalu diliputi ketakutan. Memang, Yuki gak begitu detail ngasih tau tentang past lifenya, mungkin emang gak penting juga cerita panjang lebar, yang penting intinya apa yang menjadi karmaku di masa lalu dan yang harus diselesaikan di kehidupan sekarang, selain karma baru yang dibuat di kehidupan sekarang. Inti topik karmanya adalah tentang KELUARGA dan SELF ACCEPTANCE.

Karakter aura biru adalah sabar, setia tapi moodnya naik turun. Tapi saat moodnya stabil, bisa berubah menjadi indigo. Sedangkan karakter aura kuning adalah tidak berhenti berpikir. Dan kombinasi aura biru dan kuning adalah artistik, kreatif tinggi, seniman lah intinya, dan karena tidak berhenti berpikir, maka perlu untuk memanjakan diri, sepeti pijat minimal sebulan 2 kali, karena saat dipijat saraf dan otot relaks, dan otak pun beristirahat, walaupun hanya dua jam, dan kembali segar. Karena gak berhenti berpikir juga, perlu waktu untuk fokus terus ke suatu hal dan cepat bosan, sehingga gak boleh bengong, harus ngeluarin isi pikiran, mau itu corat coret kek, ngetik kek, nulis kek, pokoknya gak boleh bengong.

Yuki minta liat foto keluargaku, dan dibacain satu per satu karakternya dan kenapa ada yang cocok dan tidak, dan kenapa juga hanya aku yang dikasih tugas untuk mengurus keluarga. Lalu aku kasih liat foto teman nari India ku dulu, yang setahun belakangan membuka wawasanku tentang dunia spiritual, dan membantuku dalam menemukan spiritualitas dalam diriku, padahal waktu jaman nari India dulu, jarang berhubungan, hahaha. Dan jawaban Yuki adalah “Iya dia temen lo waktu di India (dikehidupan lalu), bukan guru sih tapi kaya tetanggaan gitu dan lo deket banget ma dia“. Terus gw kasih liat foto temen gw satu lagi, karena gw concern banget ma dy, dan jawaban Yuki adalah “Dia sebenarnya lebih keras lagi daripada lo, jadi gak sembarang orang bisa kasih tau dia, jadi kalau misalnya lo concern sama dia, ya lo bawa bercanda aja kalau mau kasih tau, gak bisa dibawa serius banget, karena ketika serius banget, dia akan menutup diri“.

Dan berakhirlah sesi curhatan, Yuki kasih nomor telponya, siapa tau bisa ngobrol-ngobrol. Pas banget selesai konsultasi, langsung ujan deres, gojek gak mungkin, uber pengaliannya tinggi, gocar jarang, so… nunggu lah didalam cafe sambil ngobrol-ngobrol sama mba Rini sambil nunggu hujan renda. Mba Rini nanya, gimana tadi konsultasinya? untuk feedback ke Yuki dan ke Ekanta juga, dan jawaban mba Rini, intinya “Konfirmasi” yah ke Yuki, hehehe.

Terima kasih untuk “konfirmasi”nya yah Yuki 🙂 Read the rest of this entry

Percakapan Singkat “Good Friday”

Standard

Saat Pendeta berdoa di mimbar, Ia datang kepadaku. Awan terbuka, aku disinari dan dialiri cahaya seperti air terjun emas bercampur permata, berkilauan. Aku membuka tanganku lebar-lebar, menutup mataku, menikmati kucuran cahaya surgawi.

Multi-Dimensional-Heaven.jpg

Tiba-tiba awan terbuka lebar, dan aku terangkat naik mendekati awan dengan cahaya amat sangat terang menyilaukan mata, bahkan pakai kacamata gerhana pun tidak dapat membantu. Sesosok laki-laki dengan jubah putih polos panjang, menjemputku di pintu awan. Ia memegang tanganku dan mengajakku masuk ke awan. Aku meminta maaf karena aku memilih untuk tidak memeluk agama apapun, tapi aku tetap percaya kepadaNya, lalu Ia memelukku.

Dihadapanku hamparan rumput, semak, Ia berkata, “Inilah awal dari kehidupan baru. Ikuti jalan setapak ini dan engkau akan melihat danau, air terjun surgawi”. Aku mengikuti jalan setapak itu, sampai pada danau dengan air terjun berkilauan putih jernih, dikiri kanannya terdapat tangga. Ia menuntunku naik kepuncak tangga menembus awan. Lalu aq melihat banyak orang telanjang, membersihkan dirinya masing-masing. Ia berkata, “Ditempat inilah orang-orang membersihkan dirinya masing-masing tanpa diliputi napsu sex”.

Lalu aku naik keawan diatasnya, ditempat ini aku melihat orang-orang sedang memakai baju jubah putih panjang.

Lalu aku naik keawan diatasnya lagi, aku melihat meja makan panjang dan orang-orang berbaju putih duduk disana. Sementara itu, di gereja, jemaat menyanyikan lagu puji-pujian, Ia berkata, “Lagu puji-pujian terdengar sampai disini dan kami mendengarkan-menikmatinya. Tidak pernah sepi dengan musik dan lagu-lagu pujian”. Lalu aku mau naik lagi keawan diatasnya yang masih tertutup awan gelap, tapi Ia berkata, “Tempatmu cukup sampai disini” dan kami turun ketempat pertama kali aku datang, hamparan rumput hijau.

Aku memeluknya erat. Lalu Ia menunjukkan tangannya kepadaku. Ia berkata, “Lihatlah bekas paku di kedua tanganKu. Ingatlah tanda ini. Tidak ada tanda lain selain bekas paku di kedua tanganKu”. Sesudah itu, Ia menyingsingkan sedikit samping jubahnya, dan Ia menunjukkan padaku luka bekas tusukan di lambungNya, “Ini adalah tanda lainnya, luka bekas tusukan di lambungKu”.

Ingatlah baik-baik tanda yang Kutunjukkan padamu dan Percayalah. Lalu aku berkata kepadanya, “Aku ingin tinggal disini, aku tidak mau kembali”, semakin erat aku memelukNya. Ia membukakan awan dibawahku, dan aku melihat kota dengan bangunan-bangunan kota tinggi berbagai bentuk, “Disanalah tempatmu. Kamu belum saatnya untuk berada disini”. Ia berkata, “Ingatlah dan Percayalah, bahwa Aku adalah jalan keselamatan dan hidup, barangsiapa Percaya akan Aku, maka Ia akan selamat”

Aku bertanya kepadaNya, “Haruskah aku mengambil roti dan anggur sebagai tanda persekutuanMu?”, Ia menjawabku, “Turuti kata hatimu. Tenangkan hati dan pikiranmu sejenak. Manusialah yang membuat cara-cara ini. Tidak apa-apa jika kamu mengambilnya. Lepaskanlah apa yang mejadi belenggu dalam hatimu, yang tidak boleh kamu lakukan adalah Membunuh. Karena membunuh itu dosa awal manusia”. Lalu ia mengantarkanku turun melewati tangga.

Aku mengucapkan Terima Kasih kepadaNya, karena dengan waktu yang singkat, aku dapat berbincang denganNya. Ia menenangkanku dan menjawab pertanyaanKu. Lalu aku turun kebawah dan kembali ke duniaku, tepat saat anggur dan roti perjamuan kudus dibagikan.