Aura and Past Life Reading

Standard

Jumat, 3 Juni 2016

Akhirnya, selesai juga kerjaan, langsung buru-buru pesan gojek, sudah jam 16.45 WIB, dan Whatsapp Mba Rini, untuk memberitahu kalau aku sepertinya akan telat. Biasanya hari Jumat jalanan pasti macet, apalagi dari MT Haryono ke Pondok Indah, jarak yang lumayan jauh, dan dalam waktu satu jam, harus sudah sampai di Ekanta Wellbeing untuk bertemu Yuki Anindya Putri, Aura dan Past Life Reader. Sepanjang perjalanan doa terus supaya, nyampe tepat waktu dan selamat. Sampailah akhirnya di Ekanta setelah melewati kemacetan Jalan Radio Dalam, jam 17.55 WIB, bahkan kurang dari jam konsultasi yang seharusnya, wow… langsung doa terima kasih.

Sampai di Ekanta, ternyata ruang konsultasi sedang dipakai Bu Eka (Pemilik Ekanta) ada klien yang konsultasi. Mba Rini menawarkan untuk konsultasi di Cafe, tapi 30 menit kemudian akhirnya konsultasi di ruang atas dengan Yuki. Aku berusaha senyaman mungkin, jangan sampe gemeteran lagi seperti ketemu Mba Bella Nugroho, dan ternyata cukup nyaman sehingga santai banget ngobrol sama Yuki, pake Gw-Elo lagi, hahaha, gak kaku ngobrolnya. Aku minta ijin juga sama Yuki buat dokumentasi foto dan voice recording. Yuki langsung nulis di kertas dan aku nunggu aja, terus nanya umur aku sekarang berapa. Selama Yuki nulis, kadang ngobrol kadang diem aja, takut ganggu konsentrasi, dan sesi menulis pun selesai, aku disuruh baca dulu sama Yuki.

Warna Aura : Biru dan Kuning

Pasti Life: Perempuan, India, Guru Moral/Budi Pekerti, Tidak diperbolehkan untuk maju dalam kehidupan oleh keluarga dan orang disekita

Hubungan dengan hidup sekarang dan apa yang harus dilakukan:

  1. Tidak perlu membanding-bandingkan jalan hidup orang lain, ritme hidup mereka dengan kita sendiri
  2. Usahakan untuk selalu menulis isi pikiran dibandingkan diam bengong
  3. Kadang tidak apa-apa merasa tidak mampu atau capek melawan sesuatu. Tidak ada yang memaksa untuk selalu bisa dan bagus

Selesai aku baca, langsung deh tuh sesi curhat dimulai. Yuki juga jelasin karakter warna aura biru dan kuning seperti apa. Dan… ya seperti itulah aku dan apa yang aku jalanin selama ini. Ternyata memang begitu karakternya dan jalan hidupnya. Selama ini selalu mikir dan selalu merasa bersalah kalau sesuatu tidak sesuai dengan yang seharusnya dan selalu diliputi ketakutan. Memang, Yuki gak begitu detail ngasih tau tentang past lifenya, mungkin emang gak penting juga cerita panjang lebar, yang penting intinya apa yang menjadi karmaku di masa lalu dan yang harus diselesaikan di kehidupan sekarang, selain karma baru yang dibuat di kehidupan sekarang. Inti topik karmanya adalah tentang KELUARGA dan SELF ACCEPTANCE.

Karakter aura biru adalah sabar, setia tapi moodnya naik turun. Tapi saat moodnya stabil, bisa berubah menjadi indigo. Sedangkan karakter aura kuning adalah tidak berhenti berpikir. Dan kombinasi aura biru dan kuning adalah artistik, kreatif tinggi, seniman lah intinya, dan karena tidak berhenti berpikir, maka perlu untuk memanjakan diri, sepeti pijat minimal sebulan 2 kali, karena saat dipijat saraf dan otot relaks, dan otak pun beristirahat, walaupun hanya dua jam, dan kembali segar. Karena gak berhenti berpikir juga, perlu waktu untuk fokus terus ke suatu hal dan cepat bosan, sehingga gak boleh bengong, harus ngeluarin isi pikiran, mau itu corat coret kek, ngetik kek, nulis kek, pokoknya gak boleh bengong.

Yuki minta liat foto keluargaku, dan dibacain satu per satu karakternya dan kenapa ada yang cocok dan tidak, dan kenapa juga hanya aku yang dikasih tugas untuk mengurus keluarga. Lalu aku kasih liat foto teman nari India ku dulu, yang setahun belakangan membuka wawasanku tentang dunia spiritual, dan membantuku dalam menemukan spiritualitas dalam diriku, padahal waktu jaman nari India dulu, jarang berhubungan, hahaha. Dan jawaban Yuki adalah “Iya dia temen lo waktu di India (dikehidupan lalu), bukan guru sih tapi kaya tetanggaan gitu dan lo deket banget ma dia“. Terus gw kasih liat foto temen gw satu lagi, karena gw concern banget ma dy, dan jawaban Yuki adalah “Dia sebenarnya lebih keras lagi daripada lo, jadi gak sembarang orang bisa kasih tau dia, jadi kalau misalnya lo concern sama dia, ya lo bawa bercanda aja kalau mau kasih tau, gak bisa dibawa serius banget, karena ketika serius banget, dia akan menutup diri“.

Dan berakhirlah sesi curhatan, Yuki kasih nomor telponya, siapa tau bisa ngobrol-ngobrol. Pas banget selesai konsultasi, langsung ujan deres, gojek gak mungkin, uber pengaliannya tinggi, gocar jarang, so… nunggu lah didalam cafe sambil ngobrol-ngobrol sama mba Rini sambil nunggu hujan renda. Mba Rini nanya, gimana tadi konsultasinya? untuk feedback ke Yuki dan ke Ekanta juga, dan jawaban mba Rini, intinya “Konfirmasi” yah ke Yuki, hehehe.

Terima kasih untuk “konfirmasi”nya yah Yuki 🙂

 

Advertisements

2 responses »

  1. hi, aku mau tnya, trus sehabis dr yuki ada perubahan ga dlm hdp sehari2 ? misalnya kita jadi lebih aware akan diri sndri atau gimana ? thanks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s